Produk
Sistem Desulfurisasi Gas Buang
Gas buang bersuhu tinggi yang mengandung debu dari outlet boiler pertama kali masuk ke bagian Venturi horizontal (Venturi memanfaatkan sebagian saluran ducting sehingga tidak mempengaruhi dimensi keseluruhan dan ditempatkan terintegrasi pada inlet dust collector). Gas kemudian diarahkan melalui bagian konvergen menuju throat, di mana kecepatan gas meningkat secara signifikan hingga 40–45 m/s.
Sebuah nozzle atomisasi khusus yang dipasang di bagian atas (diproduksi menggunakan teknologi impor dari Amerika Serikat dan berbahan nano polymer composite) menyemprotkan air dalam bentuk kabut halus untuk melembabkan gas buang. Partikel debu sangat halus (sekitar 1–1.55 μm) akan tertangkap dan terikat oleh droplet air ultra-halus, sehingga massanya meningkat. Melalui tumbukan berkecepatan tinggi, partikel-partikel tersebut saling beragregasi dan membesar
Gas kemudian memasuki bagian divergendi mana kecepatannya menurun cepat menjadi 8–10 m/syang semakin mempercepat proses penggumpalan (aglomerasi) dan pembesaran partikel. Selanjutnya, gas keluar dari bagian ini dengan kecepatan relatif tinggi, berputar dan naik mengikuti arah tangensial. Sekitar 70% partikel debu terlempar ke dinding dalam dust collector dan terbawa turun oleh lapisan air (water film) yang terbentuk dari overflow trough khusus, menuju outlet lumpur di bagian bawah.
Sisa sekitar 30% gas buang yang masih mengandung debu bergerak naik dengan pola pusaran (swirling) di bawah panduan kolom inti menara aliran balik (reverse-flow tower core column) dan swirl plate bagian atas. Gas kemudian masuk ke swirl plate basah efisiensi tinggi tahap pertama dan kedua. Cairan desulfurisasi membentuk lapisan air pada blade dan swirl plate. Dengan kecepatan gas yang tinggi, terjadi fluidisasi pada plate, dan gas terus berputar naik menuju swirl plate pemisah gas–cair, untuk memisahkan uap air.
Selanjutnya, gas melewati separator uap tipe labirin yang dibentuk oleh inverted cone mushroom cap dan pelindung anti air, sehingga pemisahan kelembaban menjadi lebih optimal. Gas buang yang telah dibersihkan kemudian dialirkan melalui ducting, ditarik oleh induced draft fan, dan dilepaskan ke atmosfer melalui cerobong.
Pada desain demister konvensional, hanya mengatasi pemisahan kabut (demisting) saja tidaklah cukup. Dalam sistem desulfurisasi secara keseluruhan, perlu mempertimbangkan secara menyeluruh fenomena carryover dan kondensasi untuk benar-benar mengatasi masalah terbawanya air (water entrainment).
Pada desain demister konvensional, hanya mengatasi pemisahan kabut (demisting) saja tidaklah cukup. Dalam sistem desulfurisasi secara keseluruhan, perlu mempertimbangkan secara menyeluruh fenomena carryover dan kondensasi untuk benar-benar mengatasi masalah terbawanya air (water entrainment).
Fitur Kinerja
- Material struktur utama berkualitas tinggi dengan ketahanan sangat baik terhadap suhu tinggi, abrasi, dan korosi, sehingga memastikan umur pakai yang panjang.
- Nozzle desulfurisasi atomisasi berbahan stainless steel, menggunakan material khusus dengan kemampuan desulfurisasi yang tinggi.
- Efisiensi pemisahan gas–cair yang tinggi, menghasilkan kadar kelembaban rendah pada inlet induced draft fan.
- Desain kolom inti menara dengan sistem pengarah cairan memiliki performa aliran yang baik, kemampuan pemurnian tambahan yang kuat, serta bebas risiko penyumbatan.
- Design overflow trough bebas perawatan , dengan distribusi air yang optimal dan tanpa risiko penyumbatan pada bagian overflow bawah.
Butuh Solusi Dust Collector Kustom?
Setiap fasilitas industri memiliki kebutuhan pengendalian debu yang berbeda. Tim engineer kami siap membantu Anda dalam memilih dan merancang sistem dust collector yang paling sesuai dengan aplikasi Anda.
