Produk
Flue Gas Denitrification System
Proses SNCR (Selective Non-Catalytic Reduction)merupakan metode denitrifikasi pasca pembakaran (post-combustion). Metode ini menghilangkan NOx melalui reaksi kimia dengan menginjeksikan sejumlah NH₃ atau agen denitrifikasi lainnya dalam ducting gas buang pada boiler pembangkit listrik, insinerator limbah, kiln, atau tungku pembakaran lainnya.
NH₃ dipersiapkan dari larutan urea 50% yang dicampur dengan sejumlah kecil aditif anti-korosi. Keunggulan agen denitrifikasi ini adalah proses persiapannya yang mudah serta tidak memerlukan standar keselamatan khusus dalam penanganannya.
Pada teknologi Selective Catalytic Reduction (SCR) biaya investasi untuk pengurangan NOx sangat dipengaruhi oleh harga dan volume katalis, sedangkan biaya operasional bergantung pada umur pakai katalis. Oleh karena itu proses reduksi selektif tanpa katalis menjadi lebih menarik, terutama untuk kebutuhan efisiensi denitrifikasi yang relatif rendah may be more attractive, especially when the required denitrification efficiency is relatively low (<50%). Teknologi ini dikenal sebagai Selective Non-Catalytic Reduction (SNCR).
dibandingkan metode sejenis. NH₃ atau urea diinjeksikan ke dalam furnace untuk bereaksi secara selektif dengan NOx tanpa menggunakan katalis. Oleh karena itu, injeksi harus dilakukan pada zona suhu tinggi.
Agen pereduksi diinjeksikan pada rentang suhu 850–1250 °C. Urea akan terurai secara termal dengan cepat menjadi NH₃, yang kemudian bereaksi dengan NOx dalam gas buang melalui reaksi SNCR untuk menghasilkan N₂. Dalam metode ini, furnace berfungsi sebagai reaktor.
Penelitian menunjukkan bahwa dalam rentang suhu sempit 800–1250 °C, NH₃ atau urea dapat mereduksi NOx secara selektif tanpa bereaksi dengan O₂, bahkan tanpa kehadiran katalis. Berdasarkan prinsip ini, metode SNCR dikembangkan.
Dalam rentang suhu 800–1250 °C reaksi reduksi NOx menggunakan NH₃ atau urea adalah sebagai berikut:
Menggunakan NH₃ sebagai agen pereduksi:
4NH₃ + 4NO + O₂ → 4N₂ + 6H₂O
Using urea as the reducing agent:
2NO + CO(NH₂)₂ + ½O₂ → 2N₂ + CO₂ + 2H₂O
Fitur Kinerja
- Beragam teknologi injeksi SNCR tersedia. Kombinasi lance injeksi dapat disesuaikan dengan kondisi operasi untuk mencapai performa injeksi yang optimal.
- Biaya operasional lebih rendah. Agen pereduksi hanya digunakan untuk menangani emisi NOx yang melebihi standar, sehingga kebutuhan dosis relatif kecil. Jumlah injeksi dapat disesuaikan secara real-time berdasarkan beban boiler dan level dasar NOx. Secara umum, konsumsi agen SNCR lebih dari 50% lebih rendah dibandingkan metode sejenis.
- Batas ammonia slip lebih fleksibel tanpa risiko ABS. Berbeda dengan SCR, proses SNCR berbasis urea tidak meningkatkan konsentrasi SO₃ dalam gas buang. NH₃ yang lolos dapat bereaksi dengan SO₃ membentuk ammonium bisulfite (NH₄HSO₃ / ABS), yang berpotensi menyebabkan penyumbatan atau korosi pada air preheater. Penyumbatan atau korosi pada air preheater di bawah 5-15ppm. whereas SCR systems must control it within 1–5 ppm.
- Sistem menggunakan urea sebagai agen pereduksi yang lebih aman, sehingga meningkatkan keselamatan operasional.
- Dalam sistem SNCR , furnace berfungsi sebagai reaktor, sehingga membutuhkan ruang instalasi yang minimal serta menawarkan biaya investasi yang lebih rendah.
Butuh Solusi Dust Collector Kustom?
Setiap fasilitas industri memiliki kebutuhan pengendalian debu yang berbeda. Tim engineer kami siap membantu Anda dalam memilih dan merancang sistem dust collector yang paling sesuai dengan aplikasi Anda.
